Keamanan dan kenyamanan warga saat malam hari sering kali terganggu oleh minimnya infrastruktur penerangan di area pelosok atau gang-gang sempit. Kegelapan jalanan bukan hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga membuka peluang terjadinya tindak kriminalitas. Menyadari urgensi tersebut, komunitas Darussalamnuh mengambil inisiatif mandiri untuk menciptakan lingkungan yang terang benderang. Tanpa menunggu bantuan formal yang terkadang memakan waktu lama, mereka menggerakkan semangat swadaya masyarakat untuk melakukan aksi nyata, yaitu pasang lampu jalan di titik-titik krusial yang selama ini menjadi area buta cahaya.
Gerakan ini dimulai dari diskusi sederhana di masjid mengenai keluhan warga yang merasa waswas saat harus pulang kerja larut malam atau ketika anak-anak pergi mengaji. Darussalamnuh kemudian melakukan pemetaan area mana saja yang paling membutuhkan penerangan. Dengan dana yang dikumpulkan secara kolektif dari warga yang mampu serta sumbangan dari kas lembaga, mereka membeli material lampu LED yang hemat energi dan tahan cuaca. Aksi ini menunjukkan bahwa kekuatan komunitas jika disatukan mampu memecahkan masalah infrastruktur dasar yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan pemasangan dilakukan bersama-sama oleh para pemuda dan warga yang memiliki keahlian di bidang kelistrikan. Setiap tiang yang dipasangi lampu menjadi simbol kemandirian warga Darussalamnuh. Tidak hanya jalan utama, gang-gang kecil yang sebelumnya gelap gulita kini menjadi terang dan lebih hidup. Penerangan yang cukup memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi warga; ada rasa aman dan tenang yang muncul seketika saat kegelapan berhasil diusir dari lingkungan mereka. Aktivitas sosial di malam hari pun menjadi lebih produktif karena akses jalan yang kini lebih jelas terlihat.
Selain aspek keamanan, proyek penerangan swadaya ini juga mengedepankan efisiensi jangka panjang. Darussalamnuh memilih teknologi sensor cahaya otomatis sehingga lampu hanya menyala saat hari sudah gelap dan mati saat fajar tiba. Hal ini bertujuan untuk menghemat biaya operasional listrik yang ditanggung bersama oleh warga. Transparansi dalam pengelolaan dana swadaya menjadi kunci utama mengapa gerakan ini mendapatkan dukungan luas. Warga melihat langsung hasil dari uang yang mereka sumbangkan dalam bentuk cahaya yang kini menerangi perjalanan mereka setiap malam.