Ponpes Darussalam Nuh kembali menunjukkan sinerginya yang luar biasa. Mereka berhasil mewujudkan pembangunan masjid bersama. Masjid ini dibangun sepenuhnya dari donasi sukarela santri, wali santri, dan para dermawan. Ini adalah bukti nyata dari kekuatan kolaborasi.

Proyek monumental ini berawal dari kebutuhan mendesak. Masjid lama tidak lagi memadai untuk menampung seluruh jamaah. Ruangan terasa sempit, terutama saat sholat Jumat dan hari raya. Maka, ide pembangunan masjid baru pun disepakati oleh semua pihak.

Proses pengumpulan donasi berlangsung unik dan penuh makna. Setiap santri didorong untuk menyumbang semampunya, bahkan dari uang saku mereka. Wali santri pun antusias ikut berpartisipasi. Ini bukan sekadar sumbangan, tetapi partisipasi aktif dalam amal jariyah.

Selama pembangunan, semangat gotong royong sangat terasa. Para santri dan pengurus pondok turut serta dalam kegiatan kerja bakti. Mereka membantu membersihkan lokasi, mengangkut material, dan berbagai pekerjaan fisik lainnya. Ini memperkuat rasa kepemilikan.

Setelah dana terkumpul, pembangunan segera dimulai. Seluruh proses dilakukan dengan transparan dan akuntabel. Setiap rupiah dicatat dan dilaporkan secara berkala. Ini untuk memastikan bahwa dana yang terkumpul digunakan semaksimal mungkin.

Masjid ini dirancang dengan arsitektur yang modern. Namun, tidak meninggalkan unsur-unsur tradisional. Ornamen kaligrafi dan ukiran islami menghiasi setiap sudutnya. Masjid ini berdiri megah, menjadi simbol kebanggaan seluruh keluarga besar pesantren.

Masjid ini secara resmi dinamakan Masjid Nurul Iman. Nama ini dipilih karena masjid ini diharapkan menjadi sumber cahaya keimanan. Masjid ini akan menjadi tempat ibadah, pusat dakwah, dan sumber ilmu.

Pengurus pondok pesantren menyampaikan rasa syukur. Mereka sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari semua pihak. Mereka melihat bagaimana niat baik dan keikhlasan dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Dengan selesainya pembangunan, Masjid Nurul Iman kini menjadi pusat kegiatan keagamaan. Sholat lima waktu, pengajian, dan majelis ilmu kini dapat dilaksanakan dengan lebih leluasa dan nyaman. Ini meningkatkan kualitas ibadah santri.

Masjid ini bukan hanya bangunan fisik. Ini adalah cerminan dari keguyuban yang ada di pesantren. Ini menunjukkan bahwa ketika umat bersatu, tidak ada tantangan yang tidak bisa diatasi.

Kategori: Berita