Semangat patriotisme meluap di lapangan ponpes darussalam nuh saat digelarnya apel kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Santri secara khidmat. Ribuan santri dengan mengenakan sarung dan peci putih berbaris rapi mengikutsertakan seluruh jajaran pengasuh serta pembina lembaga. Upacara ini menjadi wadah untuk mengenang kembali peran sejarah kiai dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Santri menegaskan kembali komitmen pesantren dalam menjaga keutuhan bangsa dari berbagai ancaman disintegrasi dan paham radikal. Pembina upacara dalam amanatnya menekankan bahwa tugas santri masa kini adalah melanjutkan perjuangan pahlawan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Santri dituntut untuk menjadi garda terdepan dalam menyebarkan ajaran Islam yang ramah, toleran, dan membawa kedamaian bagi segenap warga.

Pembacaan ikrar Resolusi Jihad menjadi momen paling membakar semangat seluruh peserta apel kebangsaan yang hadir di lokasi upacara. Teks sejarah penyeruan jihad oleh para ulama pada tahun 1945 dibacakan ulang dengan intonasi mantap yang membangkitkan kebanggaan nasionalisme santri. Pembacaan teks ini mengingatkan santri bahwa membela tanah air merupakan bagian tak terpisahkan dari pengamalan iman yang sejati.

Seluruh peserta upacara bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars santri dengan penuh penghayatan serta pengabdian yang tinggi. Pengibaran bendera merah putih berlangsung mulus diiringi penghormatan penuh kesadaran dari seluruh barisan santri yang hadir. Atmosfer kebangsaan terasa sangat menyatu dengan nilai-nilai keislaman yang selama ini diajarkan di dalam komplek pesantren.

Rangkaian apel diakhiri dengan pertunjukan seni tari saman dan atraksi pencak silat yang menampilkan ketangkasan fisik serta kedisiplinan santri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa santri tidak hanya lihai dalam mengaji kitab kuning, tetapi juga memiliki keterampilan fisik dan seni budaya yang tinggi. Kebersamaan antara pengasuh dan santri menciptakan solidaritas yang sangat kuat dalam menjaga tradisi pesantren.

Dokumentasi acara apel kebangsaan ini dipublikasikan sebagai sarana syiar nilai-nilai kebangsaan yang diusung oleh lembaga pendidikan Islam tradisional. Peringatan Hari Santri diharapkan dapat terus membakar semangat generasi muda untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Santri siap mendedikasikan ilmu dan bakatnya demi kejayaan agama, bangsa, dan negara tercinta.

Kategori: Berita