Kemandirian energi merupakan salah satu kunci utama dalam mempercepat pembangunan ekonomi di tingkat pedesaan. Di tengah tantangan perubahan iklim dan menipisnya cadangan energi fosil, diperlukan langkah inovatif untuk memanfaatkan sumber daya terbarukan yang ada di sekitar kita. Berangkat dari kesadaran tersebut, terjalin sebuah kerjasama yang inspiratif antara lembaga pendidikan Darussalamnuh dengan PT Pertamina (Persero). Kolaborasi ini diwujudkan melalui Program Desa Mandiri Energi, di mana pesantren bertindak sebagai katalisator dan pusat edukasi dalam pemanfaatan energi ramah lingkungan bagi masyarakat luas.
Peran Darussalamnuh dalam program ini sangat strategis mengingat posisinya yang dekat dengan masyarakat akar rumput. Pesantren ini memiliki lahan dan sumber daya yang potensial untuk dijadikan model pengembangan energi alternatif, seperti biogas dari limbah ternak, pengolahan limbah menjadi bahan bakar nabati, hingga pemanfaatan panel surya. Melalui dukungan teknologi dan pendanaan dari Pertamina, Darussalamnuh kini memiliki unit pengolahan energi yang mampu menyuplai kebutuhan listrik dan bahan bakar memasak untuk internal pesantren serta warga sekitarnya. Hal ini secara signifikan mengurangi pengeluaran biaya energi bulanan dan mengalihkan dana tersebut untuk pengembangan fasilitas pendidikan.
Pihak Pertamina melalui program tanggung jawab sosialnya memberikan pendampingan teknis dan pelatihan bagi para santri untuk mengelola infrastruktur energi tersebut. Program desa mandiri energi ini bukan hanya soal instalasi alat, tetapi juga transfer pengetahuan. Santri di Darussalamnuh diajarkan cara memelihara panel surya, mengelola reaktor biogas, hingga memahami efisiensi energi. Dengan pengetahuan ini, para santri memiliki keterampilan vokasional tambahan yang sangat relevan di masa depan. Mereka tidak hanya belajar tentang cahaya secara teologis sebagai ilmu, tetapi juga belajar memproduksi cahaya (energi listrik) secara praktis untuk kemaslahatan umat.
Dampak dari kerjasama ini juga sangat terasa pada kelestarian lingkungan di sekitar pesantren. Dengan beralih ke energi terbarukan, emisi karbon dapat ditekan dan limbah organik yang sebelumnya menjadi masalah lingkungan kini berubah menjadi sumber daya yang berharga. Masyarakat di desa sekitar Darussalamnuh mulai terinspirasi untuk mengadopsi teknologi serupa setelah melihat keberhasilan yang ada di pesantren. Kerjasama ini menciptakan ekosistem hijau di tingkat pedesaan, di mana kemandirian ekonomi berjalan selaras dengan penjagaan ekologi. Inilah bentuk nyata dari “Fiqih Lingkungan” yang diterapkan dalam tindakan konkret.
Lebih jauh lagi, program ini mendorong terciptanya kedaulatan pangan dan ekonomi. Energi murah dan tersedia secara mandiri memungkinkan masyarakat mengembangkan industri kecil menengah, seperti pengolahan hasil tani yang membutuhkan daya listrik atau panas. Darussalamnuh berperan sebagai pusat konsultasi dan bengkel energi bagi warga. Dengan dukungan Pertamina yang berkelanjutan, program ini diproyeksikan untuk menjadi prototipe bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia. Pesantren sekali lagi membuktikan kemampuannya sebagai lembaga yang solutif terhadap permasalahan riil yang dihadapi bangsa, melampaui sekat-sekat pendidikan formal.