Bencana atau kerusakan infrastruktur tidak boleh menghentikan proses pendidikan. Oleh karena itu, langkah tegas diambil oleh Kementerian Agama (Kemenag Komitmen) untuk memimpin Pembangunan Ulang Pondok Pesantren Darussalamnuh yang mengalami kerusakan parah. Komitmen ini tidak hanya sebatas pembangunan fisik semata, tetapi juga didorong oleh tekad untuk Jaga Jati Diri pesantren sebagai pusat pendidikan Islam yang autentik dan berkarakter. Dukungan penuh dari Kemenag ini disambut baik oleh komunitas pesantren dan masyarakat setempat.
Kemenag Komitmen pada proyek Pembangunan Ulang Pesantren Darussalamnuh, yang meliputi peremajaan asrama, ruang kelas, masjid, hingga fasilitas pendukung lainnya. Dana besar dialokasikan untuk memastikan bahwa fasilitas yang dibangun tidak hanya kokoh dan aman, tetapi juga modern dan kondusif untuk kegiatan belajar mengajar. Kemenag Komitmen mengawal setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan teknis hingga serah terima, memastikan proyek berjalan sesuai standar kualitas dan waktu yang ditetapkan.
Meskipun dilakukan Pembangunan Ulang besar-besaran, perhatian utama tetap pada upaya Jaga Jati Diri Pesantren Darussalamnuh. Desain arsitektur dipertahankan agar tetap mencerminkan nilai-nilai tradisional dan budaya pesantren, seperti penggunaan material lokal dan penataan ruang yang mendukung interaksi sosial santri (mu’asyaroh). Kemenag Komitmen bahwa modernisasi infrastruktur tidak boleh mengikis identitas unik pesantren. Pesantren harus tetap menjadi lembaga yang kuat dalam mengajarkan ilmu agama klasik sekaligus terbuka terhadap perkembangan zaman.
Upaya Jaga Jati Diri ini juga diwujudkan dalam penguatan kurikulum. Selain fasilitas fisik, Kemenag Komitmen memberikan dukungan pada pengadaan kitab-kitab klasik dan pelatihan metodologi pengajaran bagi para ustadz. Dengan adanya Pembangunan Ulang ini, Pesantren Darussalamnuh diharapkan segera pulih dan bahkan tumbuh lebih kuat, menjadi simbol ketahanan pendidikan Islam. Kemenag Komitmen untuk memastikan bahwa Pembangunan Ulang ini tidak hanya sekadar merehabilitasi fisik, tetapi juga merevitalisasi semangat dan Jaga Jati Diri pesantren sebagai benteng moral dan keilmuan bangsa.