Krisis lingkungan yang kita alami hari ini sering kali dianggap sebagai masalah teknis atau ekonomi, padahal akar masalahnya terletak pada krisis spiritual manusia. Di lembaga Darussalamnuh, pendekatan yang digunakan untuk menjawab tantangan ini adalah melalui penggalian kembali nilai-nilai luhur tentang harmoni manusia dan alam. Manusia tidak dipandang sebagai penguasa mutlak di bumi, melainkan sebagai bagian integral dari ekosistem kosmik yang saling berhubungan. Kesadaran ini dibangun agar setiap individu kembali menyadari posisinya sebagai penjaga amanah ilahi yang harus bertindak dengan penuh kasih dan kebijaksanaan.
Pendekatan unik yang diterapkan di sini adalah menggunakan perspektif sufisme modern. Berbeda dengan anggapan bahwa tasawuf atau sufisme hanya berurusan dengan penyendirian diri (uzlah), sufisme modern justru mendorong keterlibatan aktif manusia dalam perbaikan dunia. Inti dari ajaran ini adalah penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) dari sifat serakah dan sombong, yang merupakan pemicu utama eksploitasi alam yang berlebihan. Dengan hati yang jernih, seorang manusia akan melihat setiap makhluk di alam semesta sebagai cermin keagungan Tuhan, sehingga mustahil baginya untuk melakukan perusakan.
Dalam upaya menciptakan harmoni manusia dan alam, santri diajarkan untuk mempraktikkan gaya hidup yang disebut dengan “ekosufisme”. Ini adalah bentuk spiritualitas yang peduli pada lingkungan. Praktiknya mencakup segala hal, mulai dari konsumsi yang bersahaja hingga pelestarian keanekaragaman hayati sebagai bentuk zikir kepada Allah. Di Darussalamnuh, menjaga kelestarian pohon dan sungai dipandang setara nilainya dengan menjaga kebersihan masjid. Keduanya adalah tempat di mana tanda-tanda kebesaran Tuhan terpampang nyata bagi mereka yang mau berpikir dan merenung.
Penerapan perspektif sufisme modern juga memberikan jawaban atas kegelisahan eksistensial manusia di era digital. Banyak orang merasa terasing dari dirinya sendiri dan alam karena terlalu sibuk dengan dunia virtual. Dengan kembali berinteraksi secara spiritual dengan alam, manusia menemukan kedamaian yang hilang. Sufisme mengajarkan bahwa ketenangan tidak ditemukan dalam kepemilikan harta yang melimpah, melainkan dalam keselarasan dengan kehendak Tuhan yang tertuang dalam hukum alam. Inilah kunci utama dari kesejahteraan lahir dan batin yang dicari oleh manusia modern saat ini.