Era digital telah mengubah cara manusia mengonsumsi informasi dan hiburan secara drastis. Video pendek dengan durasi kurang dari satu menit kini menjadi primadona di berbagai platform media sosial, terutama bagi generasi muda yang dinamis. Menyikapi tren ini sebagai peluang dakwah yang luas, Pondok Pesantren Darussalamnuh secara resmi menyelenggarakan sebuah ajang kompetisi bergengsi. Acara tersebut dinamakan Darussalamnuh Awards, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mewadahi kreativitas umat Muslim dalam memproduksi konten visual yang edukatif, inspiratif, namun tetap menghibur bagi penonton global.
Fokus utama dari ajang ini adalah pelaksanaan lomba reels islami yang terbuka bagi kalangan santri maupun masyarakat umum. Panitia menekankan bahwa konten yang dicari bukan sekadar video yang teknis penyuntingannya bagus, melainkan video yang memiliki pesan moral yang kuat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam pembukaan acara, pengasuh Darussalamnuh menyampaikan bahwa media sosial harus diisi dengan narasi-narasi kebaikan agar tidak didominasi oleh konten yang kurang bermanfaat. Melalui Darussalamnuh Awards, pesantren ingin melahirkan kreator konten yang memiliki integritas dan kedalaman ilmu agama dalam setiap karyanya.
Daya tarik utama yang membuat kompetisi ini mendapatkan perhatian luar biasa adalah hadiah utamanya. Panitia telah menyiapkan paket berhadiah umroh bagi pemenang terbaik sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi mereka dalam menyebarkan syiar Islam melalui dunia digital. Hadiah ini dianggap sangat relevan karena perjalanan ibadah ke tanah suci merupakan impian bagi setiap Muslim, sekaligus menjadi motivasi tambahan agar peserta memberikan karya yang paling maksimal. Kompetisi ini membuktikan bahwa kreativitas dalam berdakwah juga bisa mendatangkan berkah yang luar biasa bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat.
Kriteria penilaian dalam lomba ini mencakup orisinalitas ide, kualitas visual, dan kesesuaian pesan dengan nilai-nilai syariat. Peserta ditantang untuk mengemas topik-topik berat seperti fikih, adab, hingga sejarah Islam ke dalam format reels islami yang ringan dan mudah dipahami oleh orang awam. Teknik storytelling yang kuat menjadi kunci sukses di ajang ini. Para juri yang terdiri dari praktisi film dan ustadz muda melihat betapa besarnya potensi pemuda Muslim dalam menguasai teknologi kamera dan aplikasi editing ponsel pintar. Kreativitas yang tanpa batas ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai keindahan dalam setiap penyampaian pesan.