Memasuki tahun 2026, metode pembelajaran di dunia pendidikan terus mengalami evolusi demi menciptakan kenyamanan bagi para peserta didik. Pesantren Darussalamnuh mengambil langkah berani dengan meninggalkan sejenak suasana ruang kelas yang formal dan beralih ke alam terbuka. Konsep Belajar di Bawah Pohon kini menjadi ciri khas utama dari pesantren ini. Dengan memanfaatkan rimbunnya pepohonan di area perkebunan pesantren, terciptalah sebuah Kelas Terbuka yang menawarkan suasana belajar yang segar, santai, namun tetap sarat dengan nilai-nilai keilmuan yang mendalam.

Metode ini lahir dari pemahaman bahwa alam adalah guru terbaik bagi manusia. Di bawah naungan pohon-pohon besar yang rindang, para santri duduk bersila mengelilingi ustadz mereka untuk mendalami berbagai kitab. Suara gesekan daun dan kicauan burung menjadi latar belakang alami yang justru meningkatkan daya konsentrasi santri. Dalam konsep Kelas Terbuka ini, kejenuhan yang sering melanda saat berada di dalam ruangan tertutup dapat diminimalisir. Udara segar yang kaya oksigen membantu sirkulasi darah ke otak menjadi lebih lancar, sehingga santri lebih mudah menyerap penjelasan yang diberikan oleh pengajar mengenai materi-materi yang kompleks.

Fleksibilitas adalah keunggulan utama dari pembelajaran di luar ruangan ini. Tanpa dibatasi oleh tembok dan meja kursi yang kaku, interaksi antara guru dan murid menjadi lebih dinamis. Pada tahun 2026, pendekatan edukasi di Darussalamnuh lebih menekankan pada dialog dua arah. Di dalam Kelas Terbuka, santri merasa lebih bebas untuk bertanya dan berpendapat. Alam sekitar seringkali dijadikan sebagai media peraga langsung untuk menjelaskan ayat-ayat kauniyah yang berkaitan dengan penciptaan alam semesta, biologi, hingga etika lingkungan dalam Islam. Belajar di bawah pohon memberikan kesan bahwa ilmu pengetahuan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan tidak terpisah dari alam.

Dampak psikologis dari penerapan metode ini sangat terasa pada tingkat kebahagiaan para santri. Berada di ruang terbuka hijau terbukti dapat mengurangi tingkat kecemasan dan memperbaiki suasana hati. Konsep Kelas Terbuka mendukung kesehatan mental santri yang biasanya memiliki jadwal kegiatan sangat padat dari subuh hingga malam hari. Perubahan suasana belajar ini memberikan kesegaran batin yang membuat mereka kembali bersemangat dalam menuntut ilmu. Pihak pesantren pun menata area bawah pohon dengan sangat rapi, menyediakan alas duduk yang nyaman, dan memastikan kebersihan area tetap terjaga agar kekhusyukan belajar tidak terganggu.

Kategori: Berita